Film Wall·E Menunjukkan Interaksi Manusia Dan Komputer

Film Wall·E Menunjukkan Interaksi Manusia Dan Komputer

0 135

Director: Andrew Stanton
Release Date: 23 June 2008
Runtime: 98 min
Language: English
Company: Pixar Animation Studios
Genre: Animation | Adventure | Family | Romance | Sci-Fi
Awards: Oscar (Best Animated Feature Film of the Year, 2009), Saturn Award (Best Animated Film, 2009), Eddie (Best Edited Feature Film (Comedy or Musical), dll.
Cast: Ben Burtt sebagai WALL•E/M-O (voice), Elissa Knight sebagai EVE (voice), Jeff Garlin sebagai Captain McCrea (voice), Fred Willard sebagai Shelby Forthright – BnL CEO, MacInTalk sebagai AUTO (voice), dll.
Soundtracks: Put On Your Sunday Clothes (Music & Lyrics by Jerry Herman, Performed by Michael Crawford), It Only Takes a Moment (Music & Lyrics by Jerry Herman, Performed by Michael Crawford), Don’t Worry Be Happy (Written by Bobby McFerrin, Performed by Bobby McFerrin), dll.

Dystopia di Masa Depan

Wall-E

Sebelumnya, Interaksi Manusia dan Komputer (selanjutnya kita sebut dengan IMK) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Sedangkan pengertian IMK dari disiplin ilmu itu sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia_komputer).

Bagi yang sudah nonton, mungkin bisa menyegarkan ingatan anda kembali. Bagi yang belum, bisa dibaca gambaran jalan ceritanya di bawah ini.

Kira-kira 700 tahun yang akan datang, bumi akan penuh dengan sampah-sampah dan tidak memiliki tumbuhan dan hewan akibat kerusakan lingkungan hidup dan pola pikir manusia yang konsumerisme. Manusia sekarang hidup di dalam pesawat ruang angkasa Axiom setelah mengosongkan Bumi berabad-abad sebelumnya. Manusia hidup di luar angkasa hanya untuk sementara waktu sampai bumi dibersihkan oleh robot pengompres sampah yang disebut Wall•E (Waste Allocation Load Lifter Earth-class). Namun setelah 700 tahun lamanya hanya tertinggal 1 robot Wall•E yang tetap membersihkan sampah.

Wall•E menghabiskan hari-harinya dengan memadatkan sampah-sampah ke dalam bentuk blok padat dan blok tersebut dibuat menjadi sebuah bangunan tinggi. Wall•E juga mengoleksi artefak-artefak yang dianggap menarik dan menyimpannya di garasi bersama dengan kecoa, satu-satunya teman Wall•E. Pada malam  hari ia menonton “Hello Dolly” di VHS dan bermimpi bisa berpegangan tangan dengan orang lain. Biasanya, setiap hari Wall•E menemukan suku cadang dan elektronik tapi suatu hari ia menemukan tanaman yang kesepian. Wall•E tidak tahu apa yang ia temukan itu tapi ia mengerti bahwa tanaman itu membutuhkan tanah dan perawatan, ia mengambilnya dan meletakkannya di sepatu tua yang penuh dengan tanah.

Keesokan harinya, sebuah kapal ruang angkasa besar mendarat dan menurunkan sebuah robot, namanya EVE (Extraterrestrial Vegetation Evaluator). Wall•E langsung jatuh cinta dan berharap bisa memegang tangannya tapi EVE dengan cepat mengarahkan meriam plasmanya ke Wall•E, yang bisa menghancurkan segalanya. EVE ditugaskan untuk mencari tumbuhan tapi menjadi bingung ketika tidak menemukan apapun. Akhirnya Wall•E mendekati EVE dan membawanya kembali ke garasi di mana Wall•E menunjukkan padanya koleksi artefak manusia. EVE masih menolak untuk berpegangan tangan, lalu Wall•E memberikan tanaman yang ia temukan sehingga mengaktifkan petunjuk utama EVE. EVE mengambil dan memasukkan tanaman ke dalam kapsul penahanan khusus di dalam tubuhnya, mengirimkan sinyal ke kapal induk dan masuk ke modus hibernasi. Wall•E jadi bingung lalu berusaha untuk membuat EVE aman dan nyaman. Melindungi EVE dari badai dan hujan serta membawanya ke sebuah taman di mana Wall•E dapat melihat matahari terbenam bersama EVE.

Beberapa hari kemudian, kapal induk kembali ke bumi dan mengambil EVE. Wall•E mengejar dan menaiki kapal luar angkasa tersebut. Wall•E mengejar EVE yang dibawa oleh robot komandan yang diikuti oleh MO, robot pembersih kotoran kontaminan asing, yaitu tanah. Di dalam pengejaran EVE, Wall•E melihat manusia untuk pertama kalinya. Yang terlihat gemuk dan tidak bisa bergerak sendiri, mereka dibawa berkeliling pesawat Axiom dengan kursi hover dilengkapi dengan layar video yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain dan melihat berbagai iklan produk makanan dan minuman. Ketika salah satu manusia yang jatuh dari kursi hovernya, Wall•E membantu orang itu kembali ke kursi dan memperkenalkan dirinya.

Lalu EVE dibawa ke dalam ruang kapten pilot kapal Axiom. Sang pilot bingung dan bersemangat karena selama ini operasi Re-Colonize untuk menemukan tanaman belum pernah berhasil. Tapi ketika EVE diperiksa, tanaman itu hilang. Lalu pilot itu menyuruh untuk membawa Wall•E dan EVE ke ruang perbaikan. Di ruang perbaikan, Wall•E keliru mengira EVE sedang dijahati oleh kru perbaikan dan dengan tidak sengaja mengeluarkan meriam plasma EVE serta melepaskan robot-robot lainnya yang ada di dalam ruang perbaikan. Selama pelarian, robot keamanan mengambil foto Wall•E dan EVE, komputer kapal Axiom mengumumkan kepada seluruh manusia bahwa Wall•E dan EVE adalah robot pemberontak. EVE marah lalu membawa Wall•E ke sebuah pod pelarian untuk mengirimnya kembali ke bumi. Di sana Wall•E dan EVE melihat GOFER menaruh tanaman di pod pelarian. Setelah GOFER pergi, Wall•E pergi untuk menyelamatkan tanaman dan pod itu meledak di luar angkasa. Sebelum pod meledak, Wall•E menggunakan pintu darurat dan alat pemadam kebakaran untuk keluar dari pod dengan tanaman. EVE gembira dan bermain bersama Wall•E di luar angkasa dan memberinya sebuah ciuman listrik.

Menggunakan lorong sampah, EVE dan Wall•E menyelinap masuk ke kabin pilot untuk memberinya tanaman. Tapi AUTO, sistem pilot otomatis kapal Axiom yang mencuri tanaman sebelumnya. AUTO tidak ingin manusia kembali ke bumi. Lalu AUTO menembakkan listrik ke Wall•E, menghibernasi EVE dan membuang mereka ke lorong sampah dan mengunci sang pilot di kamarnya. Wall•E dan EVE hampir tak bisa melarikan diri ketika dibuang ke ruang angkasa dengan sisa-sisa sampah dan Wall•E rusak parah. Sementara itu, sang pilot berusaha mengembalikan sistem komunikasi kapal dan memberitahu Wall•E dan EVE dan untuk pergi ke pusat dek kapal, di mana mesin khusus tersebut akan mengembalikan manusia ke bumi ketika tanaman diletakkan di dalamnya. Ketika EVE hendak meletakkan tanaman, tiba-tiba kapal miring sehingga tanaman tersebut terlempar. AUTO mencoba untuk memaksa mesin kembali masuk ke dalam platform tapi dicegah oleh Wall•E. Sang pilot berhasil berdiri sendiri dan menonaktifkan AUTO. EVE meletakkan tanaman tersebut di mesin khusus dan Axiom dibawa kembali ke Bumi.

Wall•E luka parah, hancur dalam menjaga mesin khusus itu turun. Begitu mereka sampai di Bumi, EVE bergegas membawa kembali Wall•E ke garasi dan memperbaiki dirinya. Setelah itu Wall•E tidak mengenali EVE dan mulai mengompres sampah. EVE bingung lalu memegang tangan Wall•E dan memberinya ciuman listrik lagi. Kemudian Wall•E reboot dan mulai mengenali EVE. Sang pilot mengajarkan manusia lainnya cara memelihara tanaman dan menyembuhkan planet Bumi. Akan jauh lebih mudah jika mereka membantu tugas Wall•E daripada hanya di dalam kapal dan tanaman sudah mulai berkembang.

Hubungan Film Wall•E dengan IMK

Komputer setiap hari diproduksi dan dibuang begitu pula dengan alat-alat elektronik lainnya. Suatu saat mungkin dunia ini akan dipenuhi oleh banyak sampah termasuk sampah elektronik yang tidak bisa dikelola dan didaur ulang dengan baik. Sehingga dapat menghancurkan lingkungan hidup di sekitarnya serta ekosistem-ekosistem. Tidak ada lagi pohon, bunga, hutan, hewan, langit biru, suara ombak, dll. Mungkin saja manusia akan meninggalkan planet Bumi ini dan pergi mencari planet lain yang bisa dihuni atau menetap di luar angkasa seperti film Wall•E ini. Seseramkah Bumi ini di masa depan? Ya, Bumi akan seseram itu jika manusia tidak bisa lagi menjaga dan merawat Bumi ini. Isu global warming digambarkan di dalam film ini dimana Bumi tidak bisa lagi dirawat dan dijaga agar tetap bersih, asri, nyaman dan hijau untuk ditinggali baik sekarang maupun generasi berikutnya.

Film ini juga menggambarkan interaksi sosial di antara manusia sangatlah kurang. Manusia terlalu terlena dengan kemajuan teknologi, mereka hanya diam di atas kursi dan semua kehendaknya dilayani oleh robot disekitarnya. Membuat manusia menjadi malas bergerak dan berpikir serta tidak adanya hubungan emosional dengan manusia lainnya. Untuk berdiri saja susah. Bisa dikatakan inilah dampak negatif interaksi manusia dengan komputer yang terlalu berlebihan. Artinya dengan kemajuan ilmu komputer, manusia bisa menciptakan robot. Robot dibuat untuk meringankan tugas manusia. Tapi akhirnya, manusia menjadi malas bekerja dan menyerahkan semua pekerjaannya kepada robot.

Bukan berarti manusia harus menolak kemajuan teknologi komputer tapi yang seharusnya dilakukan adalah memegang kendali arus kemajuan teknologi.  Pekerjaan yang sekiranya bisa dilakukan, lakukan saja sendiri. Hitung-hitung sebagai olahraga dan yang paling penting sebagai pengalaman pribadi. Dan juga mulailah Go Green! agar planet Bumi kita ini tetap bersih dan hijau. Bisa dengan membuang sampah pada tempatnya, reboisasi lahan-lahan yang gundul, stop illegal logging, membeli barang yang bisa didaur ulang, dll. (nyambung gak sih? tolong di-CMIIW khan yah) he3… 😀

NO COMMENTS

Leave a Reply