
Manfaat Adjusted Bounce Rate Di Google Analytics
Sudahkan Anda melihat manfaat dari pelacakan adjusted bounce rate di Google Analytics? Bounce rate adalah sebuah parameter statistik yang penting bagi kualitas traffic situs karena bounce rate melacak seberapa sering pengunjung situs Anda keluar atau ‘terpental’ dari halaman landing page Anda setelah melihat satu halaman saja. Algoritma pencarian Google mungkin saja memperhitungkan nilai bounce rate untuk ranking di hasil pencarian.
Bounce Rate
Google Analytics mendefinisikan bounce rate sebagai persentase kunjungan pada satu halaman (pengunjung meninggalkan situs anda setelah baru masuk ke satu halaman). Saat pengunjung datang ke situs Anda, membaca konten lalu mengklik link untuk pergi ke luar situs Anda, hal ini bisa menyebabkan bounce rate yang tinggi. Bounce rate ini ditunjukkan dari beberapa sisi bahwa pengunjung tidak ingin lagi menelusuri konten situs Anda, mungkin karena loading konten yang lambat, konten yang buruk, navigasi yang sulit atau alasan lainnya. Tapi fakta utamanya adalah pengunjung meninggalkan situs Anda.
Adjusted Bounce Rate
Google Analytics baru saja membuat cara baru untuk melacak bounce rate Anda yang disebut dengan adjusted bounce rate. Adjusted bounce rate berbeda dengan bounce rate yang standar karena terkadang landing page mendapatkan perhatian yang pengunjung butuhkan dan pengunjung tidak terpental atau keluar dari halaman tersebut karena dia tidak menikmati konten.
Bagaimana jika pengunjung melakukan aksi yang perlu dilakukan dari halaman yang sedang dibacanya, contohnya setelah membaca semua konten lalu pengunjung mengklik link untuk download software. Bagaimana jika pengunjung membaca artikel yang 1.000 kata, lalu dia menemukan solusi setelah melakukan pencarian Google lalu menutup tab situs Anda. Jadi adjusted bounce rate ini menambahkan faktor yang baru pada seberapa lama pengunjung menghabiskan waktu di landing page tersebut dan mengintegrasikannya dengan bounce rate.
Perubahan Kode Google Analytics
Google menyarankan Anda untuk memodifikasi kode Google Analytics dan menambahkan baris kode ini:
setTimeout(“_gaq.push([‘_trackEvent’, ’15_seconds’, ‘read’])”,15000);
Dan contoh hasilnya akan seperti ini:
<script type=”text/javascript”>
var _gaq = _gaq || [];
_gaq.push([‘_setAccount’, ‘UA-XXXXXXX-1’]);
_gaq.push([‘_trackPageview’]);
setTimeout(“_gaq.push([‘_trackEvent’, ’15_seconds’, ‘read’])”,15000);
(function() {
var ga = document.createElement(‘script’); ga.type = ‘text/javascript’; ga.async = true;
ga.src = (‘https:’ == document.location.protocol ? ‘https://ssl’ : ‘http://www’) + ‘.google-analytics.com/ga.js’;
var s = document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
})();
</script>
Kode tersebut akan menjalankan suatu event ketika pengunjung sudah menghabiskan selama waktu tertentu pada halaman web, misalnya 15 detik dalam kasus ini. Google menyarankan bahwa perubahan kode ini harus dilakukan pada situs dengan landing page di mana webmaster menginginkan analisis yang lebih mendalam dari perilaku pengunjung dan waktu yang dihabiskan di situs.
Mengartikan Hasil Analytics
Kami sudah menerapkan kode untuk adjusted bounce rate tadi ke dalam kode Google Analytics kami pada beberapa hari sebelumnya dan melihat hasilnya seperti di bawah ini.
Anda akan melihat bahwa bounce rate yang hampir 80%, sekarang sudah turun menjadi sekitar 14%. Durasi kunjungan rata-rata meningkat dari sekitar 50 detik menjadi 1 menit 10 detik.
Jadi, kami akan mengartikannya seperti ini – bounce rate 80% berarti 80% pengunjung situs hanya melihat-lihat 1 halaman posting atau landing page lalu meninggalkan situs atau menutup browser. Namun, adjusted bounce rate menunjukkan hanya 14% pengunjung situs yang menghabiskan waktu kurang dari 15 detik pada halaman masuk atau landing page lalu meninggalkan situs atau menutup browser. 14% pengunjung tersebut mungkin untuk tidak menemukan konten yang diinginkan lalu keluar dan kelihatannya penggunaan adjusted bounce rate lebih praktis dari bounce rate yang standar dari hasil yang diberikan. Kami tidak yakin mengapa durasi kunjungan rata-rata meningkat setelah menambahkan kode adjusted bounce rate. Tentunya metrik ini sudah membantu kami untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bounce rate situs kami.
Jika Google mulai melacak adjusted bounce rate ke dalam algoritma pencarian Google-nya, hal ini akan menarik untuk mengamati perubahan pada ranking search engine. Bagaimana hasil dari adjusted bounce rate Anda? Ceritakan story Anda dengan isi komentar di bawah ini. 😉