
Memonetisasi Blog Berdasarkan Jenis Traffic
Apakah Anda memonetisasi blog berdasarkan pada jenis traffic situs? Anda punya blog dan benar-benar ingin menghasilkan uang sehingga mencari-cari tips monetisasi blog, membaca tips blog para guru untuk memonetisasi blog. Semuanya berkata bahwa mereka sudah menghasilkan banyak uang dan Anda bisa juga seperti mereka jika punya traffic situs yang banyak.
Sehingga Anda membuang jauh-jauh keinginan untuk menghasilkan uang karena ingin memberikan perhatian lebih besar dulu dalam membangun traffic. Sekarang setelah bekerja keras Anda sudah punya traffic yang lumayan banyak ke blog dan sekarang Anda akan menerapkan metode yang dipelajari dari blog guru untuk memonetisasi blog dan menunggu hasilnya dengan antusias yang luar biasa.
Oh! Saya sudah punya traffic yang luar biasa tapi kenapa tidak menghasilkan apa-apa. Bagaimana mungkin. 🙁
Ya, ini bisa saja mungkin jika Anda salah satu dari mereka dan postingan ini cocok untuk Anda yang seperti itu.
Anda sudah belajar kalau untuk memonetisasi blog harus punya traffic yang cukup banyak. Semakin banyak traffic, semakin besar kemungkinan monetisasi akan didapatkan. Kedengarannya enak bukan? Tetapi ada juga blogger yang punya traffic cukup banyak tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Dan itulah masalahnya, setelah mengetahui jawabannya bahwa untuk memonetisasi blog, perlu diketahui jenis traffic yang masuk ke blog Anda. Karena uang datangnya dari traffic bukan dari blog, jadi semua ini tentang traffic. Ok, mari kita lihat.
Mengetahui jenis traffic situs yang berbeda
Traffic blog normalnya ada 3 jenis:
- Search engine
- Pembaca setia
- Referral
3 jenis traffic tersebut memerlukan cara yang berbeda-beda. Jadi, pertama-tama Anda perlu mengetahui 3 jenis traffic tersebut yang datang ke blog Anda. Untuk mengetahui traffic tersebut datang dari mana, Anda memerlukan tool untuk mengetahui statistik. Jika sudah memasang kode statistik dari Google Analytics, Sitemeter Histats atau lainnya akan lebih mudah mengetahui jenis traffic yang datang.
1. Search engine
Traffic ini datang dari pencarian di search engine dengan kata kunci tertentu. Pengunjung dari search engine tidak sering mengunjungi blog Anda dan tidak ada jaminan mereka akan kembali lagi. Sudah terbukti bahwa traffic search engine selalu ramai dengan apa yang mereka cari. Mereka hanya mengunjungi sebuah halaman, membaca halaman tersebut untuk menemukan informasi yang sedang dicari dan jika mereka tidak menemukannya akan menekan tombol back atau mengklik link yang berhubungan dari halaman tersebut. Mereka mungkin tidak punya banyak waktu dan tidak peduli dengan brand Anda. Traffic yang seperti ini akan responsif dengan iklan teks seperti Adsense karena Adsense menampilkan iklan yang muncul sesuai dengan konten blog. Jadi, alaminya mereka tidak suka mengklik link affiliate.
2. Pembaca setia
Mereka inilah aset blog Anda. Pembaca setia adalah orang-orang yang menantikan postingan Anda selanjutnya, membaca komentar blog dan percaya pada Anda sepenuhnya. Mereka selalu membangun sebuah komunitas. Anda akan menjadi populer di kalangan mereka dan mereka benar-benar suka membaca blog Anda. Seperti yang saya katakan, pembaca setia mempercayai blogger mereka, jadi disinilah point-nya mereka akan merespon banyak pada program affiliate. Normalnya mereka tidak ingin mengklik iklan teks. Kapan Anda terakhir mengklik iklan di blog favorit Anda?
3. Referral
Traffic ini datang dari situs lain yang nge-link ke blog Anda. Sebenarnya jenis traffic ini terlihat kompleks bagi saya. Tujuan dari jenis traffic ini bervariasi bergantung pada situs asal sebelum pembaca mampir ke blog Anda. Tetapi umumnya traffic referral adalah traffic tertarget karena kebanyakan orang me-link dengan situs yang berkaitan. Tetapi masalah dengan traffic referral adalah mereka mengunjungi situs referral tanpa tujuan, sekedar untuk melihat-lihat. Pada awalnya mungkin mereka tidak akan mengklik iklan. Jadi, cara terbaiknya adalah mengkonversi jenis traffic ini menjadi pembaca setia sehingga Anda bisa menghasilkan uang dari mereka.
Jadi sekarang saya harus bagaimana untuk memonetisasi blog?
Nah, tidak ada seorang pun yang tahu jawaban dari pertanyaan ini selain Anda sendiri. Ya, Anda sudah melacak pengunjung Anda sehingga Anda yang tahu betul tentang pengunjung Anda. Jenis traffic sudah dibahas di atas tadi. Sekarang tanyakan diri Anda sendiri apa tujuan dari blog Anda. Apakah untuk traffic dari search engin, traffic dari pembaca setia atau keduanya?
Jika Anda tidak tahu persis, cukup cek statistik traffic dan temukan sumber traffic terbesar yang datang ke blog Anda. Jika lebih banyak mendapatkan traffic dari search engine, maka iklan teks seperti Adsense akan lebih baik daripada program affiliate. Dan jika traffic kebanyakan dari pembaca setia, maka program affiliate yang terbaik karena mereka percaya pada Anda. Tetapi bagaimana jika Anda mendapatkan traffic yang seimbang antara search engine dan pembaca setia? Nah, sebenarnya itu baik untuk income Anda, Anda bisa mencoba keduanya, iklan teks link dan program affiliate.
Jadi sekarang Anda bisa lihat ada banyak blogger yang mendapatkan traffic kebanyakan dari search engine tetapi mereka menggunakan program affiliate. Jadi hasilnya tidak terlalu maksimal seperti yang diinginkan atau mungkin tidak sama sekali. Dan begitu pula sebaliknya.
Itulah alasannya kenapa setiap blogger harus meriset traffic mereka dan juga harus menemukan metode monetisasi yang pas untuk memonetisasi blog mereka.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! 😉
1 Comment
Nice info gan …thank’s ya ..sumber inspirasi